Kesehatan Mental dalam Al-Qur’an serta Implementasinya

Pernahkah kita berpikir hidup bahagia itu seperti apa sih ? Hidup yang berguna itu bagaimana sih ? Pertanyaan seperti itu cukup nyaring didengar ketika orang sedang merefleksikan apa yang sedang dialami atau sedang mengalami suatu masalah pada kehidupannya.

Tak hanya itu, setelah menemukan jawabanya, manusia paling tidak akan menjalani hidupnya dengan penuh tekad dan semangat. Hal ini dikarenakan dengan adanya rasa tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, apalagi ketika seseorang yang sudah berkeluarga. Karena manusia juga dianugerahi Tuhan untuk berpikir, maka sudah tentu manusia punya keinginan, baik dalam hal materil maupun non materil.

Hanya saja manusia terkadang suka melampiaskan masalahnya yang sedang dialami dengan perbuatan-perbuatan yang kurang baik bagi kesehatan, bahkan ada beberapa orang yang sampai depresi karena tidak bisa menemukan solusi terkait apa yang sedang dialami.

Hal semacam itu akan berpengaruh pada kesehatan mental pada seseorang yang mengalami masalahnya. Dari sini ada sebuah pertanyaan lagi, apa sih kesehatan mental itu ? Bagaimana caranya untuk menjaga kesehatan mental dalam mengatasi permasalahan ?

Dalam ilmu kesehatan, mengatakan bahwasannya Kesehatan mental adalah kesehatan yang berkaitan dengan kondisi emosi, kejiwaan, dan psikis seseorang. Perlu diketahui peristiwa yang dialami manusia dalam kehidupanya memiliki dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku yang berdampak pada kesehatan mentalnya.

Berbagai kondisi yang manusia alami dapat mempengaruhi kesehatan mental, salah satunya ketika mengalami masalah tanpa menemukan solusi sehingga akan mengalami depresi. Maka dari itu, sangat penting bagi masing-masing orang untuk menjaga kesahatan mental.

Jika seseorang mampu menjaga kesehatan mentalnya, maka orang itu akan lebih mampu menghadapi stress, hubungan menjadi sehat, dan membuat keputusan yang baik dalam hidupnya sehingga mencapai ketenangan dalam hidupnya. Hal ini juga bisa dilakukan dengan pola hidup sehat, olah raga teratur, tidur yang cukup, dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Dalam agama Islam  memberikan  syariat  mengenai  hal-hal  yang  bisa  menarik adanya maslahat mencegah rusaknya mental yaitu, menjaga jiwa (hifz al-nafs) dan menjaga akal (hifz aql). Sederhananya, jiwa merupakan poros yang sangat penting sebagai sumber ketenangan (Nursaima Putri Siregar, 2024).

Hal yang paling penting dalam diri manusia adalah menjaga kesehatan mental. Dalam agama Islam, kesehatan mental merupakan nilai pribadi yang baik agar menjadi insan kamil. Dalam Q.S al-Anfal ayat 2 merupakan salah ayat yang menjelaskan salah satu tanda kesehatan mental dan memiliki pribadi yang sempurna

Dalam tafsirnya, Allah mengatakan bahwa orang-orang mukmin ialah orang yang menghiasi dirinya dengan sifat-sifat dalam ayat ini yakni apabila disebutkan nama Allah dalam, bergetarlah hatinya karena ingat keagungan dan kekuasaan-Nya. Pada saat itu, timbul dalam jiwanya perasaan penuh haru mengingat besarnya nikmat dan karunia-Nya.

Mereka merasa takut apabila mereka tidak memenuhi tugas kewajiban sebagai hamba Allah, dan merasa berdoosa apabila melanggar larangan-Nya. Bergetarnya sebagai perumbamaan dari perasaan takut adalah sikap mental yang bersifat abstrak, yang hanya dapat dirasakan oleh yang bersangkutan dan hanya Allah sendiri yang mengetahuinya.

Sikap mental itu adakalanya tampak dalam perkataan, sebagaimana tergambar dalam firman Allah: “Dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut, (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya akan kembali kepada Tuhannya”. (al-Mu’minun ayat 60).

Seorang muslim yang baik adalah ketika mampu memberikan rahmat dan kasih sayang terhadap lingkunganya. Ini merupakan pencegahan terhadap sesame muslim untuk tidak menganggu dan menyakiti orang lain. Perbuatan tersebut mengidentifikasikan bahwasannya mental yang sehat akan tumbuh dari jiwa muslim yang baik.

Islam juga mengajarkan agar selalu bersifat optimis terhadap semua perubahan yang terjadi dilingkungan sekitar kita. Hal ini juga bisa dapat dilakukan agar menciptakan lingkungan yang positif serta menjadikan sumber kekuatan seorang manusia yang terletak pada harga diri manusia. Karena harga diri merupakan poros penting dalam penguatan mental.

Dari penjelasan diatas, sebagai orang Islam kita harus menjaga kesehatan mental sesuai pedoman-pedoman yang ada di al-Qur’an. Hal ini akan berpengaruh bagi setiap individu yang mengimplementasikannya supaya kesehatan mental terjaga dengan baik. Karena dengan memiliki mental yang baik, pikiran akan menjadi fress dan tidak gampang stress

Wallahua’lam

Tags:

No responses yet

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest Comments

Scroll to Top